Unprogramming Laziness

  •  Februari 28, 2021


Tidak dapat melakukan latihan rutin? Anda mungkin harus berjuang dengan sesuatu yang lebih dari sekadar keengganan. Studi mengungkapkan bagaimana disposisi fisik mungkin telah diprogram oleh genetika. Dan bagaimana mengubah nasib.

Baca lebih lanjut:

20 menit untuk mengubah hidup Anda - Lihat LIT (Pelatihan Intensif Lucilia)
Sedikit olahraga sudah cukup - Tidak ada alasan lagi

Jika Anda memiliki hubungan yang penuh kebencian dengan kebugaran, penyebabnya mungkin diprogram dalam DNA Anda.


Gen, khususnya yang memodulasi dopamin di otak, dapat memengaruhi kecenderungan seseorang untuk melakukan atau menghindari olahraga.

Demikian kata sebuah studi oleh University of Georgia.

Menurut salah satu penulis, Dr. Rodney Dishman, "Studi keluarga-kembar menunjukkan bahwa 20-60% variasi dalam aktivitas fisik manusia dapat diwariskan."


"Tetapi sumber genetik dari aktivitas fisik sukarela kurang dipahami."

Bukti menunjukkan bahwa pusat penghargaan dan sistem motorik di otak berinteraksi untuk membuat orang dan hewan secara sukarela melakukan (atau menghindari) latihan.

Aktivitas neuron pengatur dopamin di otak, khususnya, tampaknya berperan dalam memberikan motivasi untuk berolahraga.


Penelitian ini juga mempertimbangkan faktor-faktor lain yang membebani kecenderungan individu untuk melakukan olahraga sukarela.

Ini termasuk kepribadian dan sifat-sifat perilaku seperti penetapan tujuan, pengaturan diri, bakat, dan tingkat keterampilan.

Pengaruh sosial dan bahkan akses ke aktivitas kebugaran juga dipertimbangkan.

"Tes kami dengan manusia menunjukkan bahwa variasi gen yang menyandikan dopamin dan neurotransmiter lain menentukan tingkat aktivitas fisik individu."

Penelitian menunjuk pada bukti bahwa DNA memengaruhi motivasi untuk pergi ke gym.

Rupanya ini benar-benar alasan yang tak terhindarkan untuk menerima ketidakaktifan fisik sekaligus.

Tetapi kita telah melihat bagaimana gen tidak menentukan nasib kita.

Inilah hadiah pilihan yang tepat - baca lebih lanjut di sini.

Let’s Get Lazy—The Real Power of Functional Programming - Venkat Subramaniam (Februari 2021)


Direkomendasikan